Home / Nasional

Jumat, 22 Oktober 2021 - 12:23 WIB

Masyarakat Banjarnegara Diminta Waspada dan Mengungsi Karna Rawan Bencana di Musim Hujan

Wacanariau – Masyarakat Kabupaten Banjarnegara diminta untuk waspada. Pasalnya,Memasuki musim hujan sejumlah wilayah di Banjarnegara rawan terjadi bencana longsor.

Telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Mlaya, kecamatan Punggelan, Banjarnegara Jawa Tengah. Diberitakan sebelumnya Kejadian tersebut mengakibatkan bocah umur 3 tahun meninggal dunia karena tertimbun material longsor, Kamis (21/10/2021) kemarin.

Dalam waktu yang bersamaan, tanah longsor juga terjadi disejumlah titik di wilayah Banjarnegara,Jawa Tengah. Dampaknya, beberapa akses jalan sempat tertutup akibat tumpahan material tanah longsor.

Kepala Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan Wiwi Susanti mengatakan bahwa wilayah desa Mlaya termasuk wilayah rawan longsor. Ia menyebut terdapat 25 titik yang rawan terjadi tanah longsor.

“Di desa Mlaya yang rawan longsor ada 25 titik, memang wilayah sudah merah, ini sudah langganan bencana,” ungkap dia, Jumat (22/10/2021).

Ia menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika wilayah desa Mlaya hujan lebat disertai angin sejak pukul 14.00 WIB. Hingga berselang 2 jam, tanah longsor terjadi di sejumlah titik yang salah satunya mengakibatkan korban jiwa.

Baca Juga :  Keren, Ganjar Ngantor "Sarungan" Dihari Santri

“Dari jam 2 sudah hujan deras disertai angin, 2 jam setelah itu sekitar setengah 4 terjadi longsor. Itu menyeluruh dari mulai dusun 1 sampai dusun 4 ada kejadian longsor,”jelas dia di lokasi kejadian.
Ia menyebut terdapat puluhan rumah yang terancam bencana tanah longsor di wilayahnya. Mengingat belum ada pengungsian , ia mengimbau kepada warga untuk mencari tempat yang lebih aman ketika hujan turun.

“Yang terancam sampai saat ini ada puluhan, hampir semua dusun di desa mlaya rawan longsor, himbauan kepada warga mencari tempat aman, tempat saudara atau teman. Disini rumah warga banyak yang berada di lereng tebing jadi untuk sementara ketika hujan untuk mengamankan diri. Sementara ini blm ada, sedang koordinasi untuk membuat tempat pengungsian,”imbuh dia.

Di tempat yang sama, Kepala Kecamatan Punggelan, Joko Prayitno menambahkan dampak tanah longsor disejumlah titik menyebabkan akses jalan sempat tertutup. Pihaknya dibantu petugas dan tim relawan gabungan melakukan pembersihan jalan agar bisa segera dilewati.

“Sebagian mengganggu akses jalan, itu berbahaya kalau dilewati pasti akan selip, saya minta bantu Damkar dan relawan untuk menyemprot material tanah yang menutup jalan agar bisa dilewati,” kata dia, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga :  Soal Investasi Hijau, GAPKI Riau Belum Bicara

Imbauan BPBD Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo mengimbau kepada masayrakat Banjarnegara untuk waspada ketika musim hujan tiba. Pasalnya, pihaknya mencatat dalam sehari terdapat 9 kejadian tanah longsor dan banjir.

“Sampai pukul 10 malam tadi ada 9 lokasi kejadian. Ada longsor, banjir, dan juga jalan tertutup terkena dampak longsor. Masyarkat tetap tenang dan waspada,jika deras lebih 2 jam, sebaiknya melakukan evakusia mandiri, teruta daerah rawan di tebing terjal, mengungsi sementara waktu , mengurangi risiko,” ungkap dia di lokasi yang sama, Jumat (22/10/2021).

Kini pihaknya juga tengah memantau 6 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara. Wilayan tersebut merupakan daerah rawan bencana tanah longsor.

“Yaitu Kecamatan Susukan, Punggelan, Banjarmangu, Pananarum, Pejawaran, dan Wanayasa. Jadi itu 6 kecamatan yang rawan longsor tinggi. Menurut BMKG mulai musim hujan akhir Oktober,”jelas dia

Sumber : jateng.suara.com

Share :

Baca Juga

Nasional

DPP GMNI Apresiasi Kinerja Komisi II DPR RI Terkait Penetapan Komisioner KPU Dan Bawaslu

Nasional

Data Covid-19 Update Tanggal 30 Oktober 2021, Riau: Meninggal 4107 Orang

Nasional

Makna dari Tema Hari Santri Nasional 2021

Nasional

Kantor Staf Presiden Terjunkan Tim Ke Desa Wadas

Nasional

Nadiem Cerita Tentang Mahasiswi Dicium Dosen: Trauma Yang Sangat Mendalam Secara Psikologis

Nasional

Polemik Kunjungan Ganjar Ke PAC PDI-P Temanggung

Nasional

Gubernur DI Yogyakarta larang Bermonstrasi di Malioboro

Nasional

DPP PDI Perjuangan Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khitanan Khas Betawi